Welcome to my Blog

Terima kasih telah mengunjungi blog-ku..
silahkan mendownload materi" atau media pembelajaran dengan gratis..
Dan jangan lupa untuk berkomentar, join dan memberikan saran demi kemajuan blog-ku..

Jumat, 24 Mei 2013

Slow Learner






A.    Definisi 
 Siswa lamban belajar dan berprestasi rendah mengandung pengertian yang tidak jauh berbeda, dua-duanya saling berkaitan satu sama lain. Siswa lamban belajar dan berprestasi rendah adalah siswa yang kurang mampu menguasai pengetahuan dalam batas waktu yang telah ditentukan karena ada faktor tertentu yang mempengruhinya.
B.     Karakteristik&Penyebab
            Siswa lamban belajar dapat di pahami melalui pengamatan fisik siswa,perkembangan mental,intelektual, sosial, ekonomi, kepribadian, dan proses-proses belajar yang di lakukannya di sekolah dan dirumah.

1.      Fisik

Pengamatan pertama yang dapat kita lakukan untuk menemukansebab-sebab kesulitan belajar siswa adalah dengan pengamatan yang cermat terhadap keadaan fisiknya meliputi : intensitas pendengarannya, penglihatannya, pembicaraan, vitamin dan gizi makanan pada waktu kecil.Kerusakan fungsi pendengaran dan penglihatan akan berpengaruh terhadap ketrampilan berbicaradan kelambanan menguasai pengetahuan dalam pelajaran.         Jika dua-duanya rusak maka pengetahuan tidak dapat di terima secara utuh  dan tidak dapat di olah dengan baik.Kerusakan mata dan telinga bisa di akibatkan oleh penyakit yang dideritanya sejak kecil, kekurangan vitamin dan makanan bergizi dapat pula disebabkan oleh kekurangan latihan berkomuniukasi yang seharusnya diberikan oleh ibu si anak waktu masih kecil.

Penyebab gangguan fisik pada siswa lamban belajar :
·  Dari umur keumur,tinggi dan berat badan siswa lamban belajar kurang berkembang demikian pula perbandingan tinggi dan berat badan tidak seimbang.
·         Siswa lamban belajar mengalami kelainan pada telinga, mata, mulut, gizi.
·         Siswa lamban belajar kekurangan makanan pada waktu kecil.
·         Siswa lamban belajar pernah menderita penyakit gawat waktu kecil.
·       Siswa lamban belajar pada umumnya kekurangan makanan yang cocok dengan tuntutan fisiknya pada waktu kecil.
·         Siswa lamban belajar umumnya cenderung bertingkah laku berlebihan

2.      Perkembangan mental
Kemampuan mental adalah kemampuan kemampuan individu dalam berpikir dan berbuat. Perkembangan mental dapat dipengeruhi oleh pertumbuhan fisik, peristiwa-peristiwa tertentu yang terjadi dalam kehidupannya dan asuhan intensif yang diberikan lingkungannya. Juga kekeliruan ibu dan keluarganya dirumah dalam mengasuh.
Penyebab kelemahan perkembangan mental siswa lamban belajar antara lain :
·         Ia pernah menderita luka sebelum dan setelah kelahiran.
·         Ibu pernah menderita pendarahan pada saat anak dalam kandungan.
·         Luka dibagian otak karena pengaruh oksigen pada saat kelahiran.
·   Hilangnya kesempatan menerima tugas-tugas perkembangan tertentu dalam hidupnya.
·       Tertundanya perkembangan mootorik dalam berbicara.

3.      Perkembangan intelek

Intelek adalah kekuatan pikiran dalam menyampaikan pemikirandan pemahaman pengetahuan yang dipahaminya. Perkembangan intelek dapat dipengaruhi oleh perkembangan mental. Dalam hal tertentu siswa lamban belajar karena faktor intelegensi pada umumnya disebabkan oleh faktor keturunan.

Ciri-ciri perkembangan intelek siswa lamban belajar.
·         Siswa lemah mental pada umumnya memiliki IQ antara 50-69.
·         Siswa yang memiliki IQ antara 70-89 adalah siswa yang mungkin bisa dididik dengan cara pengajaran yang cocok dengan kemampuannya. Mereka bisa memperoleh kemajuan-kemajuan belajar disekolah sesuai dengan keadaan umur mentalnya. Siswa yang mengalami kelahiran prematur berkecenderungan tinggi menjadi siswa yang lamban belajar.
·    Siswa lamban belajar berkembang lebih lambat daripada siswa rata-rata atau cepat dan tidak bisa diharapkan memiliki kemampuan membaca pada usia 6 tahun.
·      Pada umumnya kelemahan intelegensi siswa lamban belajar dipengaruhi oleh faktor keturunan.

4.      Sosial
Keadaan sosial ekonomi manusia berpengaruh terhadap kemajuan belajar siswa di sekolah. Perubahan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi yang tidak seimbang yang membuat perbedaan status kekuatan ekonomi dalam masyarakat. Tedapat juga faktor lain yang dapat mengakibatkan siswa menjadi lamban belajar antara lain latar belakang pendidikan Ibu. Ibu adalah tangan pertama yang membentuk masa depan pendidikan anak-anaknya. Jika latar belakang pendidikan ibu rendahapalagi tuna bacadan tuna tulis, makaakanberpengaruhbesarterhadapmasapendidikananak-anaknya. Ibutidakakanmampumembantumenyelesaikanpekerjaanrumahanaknya, apalagidenganseorang Ayah yang sibukdenganpekerjaannyainiakansemakinparahapabilapendidikankedua orang tuakurang.
5.      PerkembanganKepribadian
            Siswa yang mengalami kesulitan belajar di sekolah di sebabkan pula oleh masalah-masalah emosional. Emosi adalah kegoncangan pikiran dan perasaan sebagai akibat dari peristiwa tertentu yang dialaminya. Wujud emosi bisa berbentuk gembira dan sedih. Emosi sedih berpengaruh terhadap intensitas kegiatan seseorang dalam lingkungan, bahkan kadang-kadang bisa mematikan motivasi berkarya jika keadaan emosinya sangat mendalam (frustasi) sehingga menjadi gangguan psikologis dalam hidupnya, bisa juga karena ketidakmampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
            Ciri-ciri perkembangan kepribadian siswa lamban belajar.
·     Siswa yang mengalami kesulitan belajar pada umumnya berkaitan erat dengan masalah-masalah emosional, agresif, takut, malu-malu dan akal.
·   Siswa kadang menujukkan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya bisa disebabkan karena kegagalan belajar di sekolah.
·         Jika kegagalan bertambah banyak maka akan mengakibatkan kelesuan konsentrasi dalam belajar.
·         Siswa lamban belajar cenderung bertingkah laku gugup, takut tanpa alasan, suka kencing di tempat tidur.

6.      Proses Belajar yang Dilakukannya
Ciri-ciri siswa lamban belajar dilihat dari sisi proses belajar yang dilakukannya
·         Lamban mengambil dan mereaksi peristiwa yang terjad idalam lingkungan.
·         Kurang bernafsu untuk melakukan penelitian terhadap hal-hal baru dalam lingkungan.
·         Tidak banyak mengajukan pertanyaan.
·     Kurang memperlihatkan perhatiannya terhadap apa dan bagaimana tugas itu dapat deselesaikan dengan baik.
·         Dalam belajarnya banyak menggunakan ingatan (hafalan) daripada logika (reasoning)
·         Tidak mampu menggunakan cara-cara tertentu dalam mempelajari  ilmu pengetahuan.
·         Kurang lancar berbicara, tidak jelas dan gagap.
·    Sangat bergantung kepada guru dan orang tuannya, terutama dalam membuktikan kebenaran pengetahuan yang sedang di pelajarinya.
·         Sulit memahami konsep abstrak.
·    Sulit memindahkan kecakapan tertentu yang telah dikuasainya kedalam kecakapan lainnya (transfer) sekali pun dalam mata pelajaran yang sama, seperti kecakapan mengali dan membagi.
·         Siswa sering berbuat salah.
·         Daya ingatnya lemah, mudah lupa dan gampang menghilang.
·   Mengalami kesulitan saat menuliskan pengetahuan dalam bentuk karangan-karangan lainnya, sekalipun menggunakan kata dan kalimat sederhana.
·     Siswa lamban belajar lemah dalam mengerjakan tugas-tugas latihan di sekolah maupun di rumah.

C.    Rekomendasi Pendampingan
·  Mengubah cara mengajar dan jumlah materi yang diberikan, karena siswa yang mengalami lambat belajar tidak bisa menerima materi jika materi yang diberikan terlalu cepat dan banyak.
·   Lakukan pendekatan pribadi pada siswa, untuk memberikan penjelasan secara lebih rinci dan efektif.
·  Berikan dorongan pada siswa berupa perhatian atau reward atas apa yang telah dicapainya.
·   Ajarkan pada siswa untuk mencatat poin penting pada materi yang diajarkan untuk membantu memudahkan mengingat.

Daftar pustaka
Wijaya, Cece. Pendidikan remedial, sarana pengembangan mutu sumber daya manusia. 2010. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar