Welcome to my Blog

Terima kasih telah mengunjungi blog-ku..
silahkan mendownload materi" atau media pembelajaran dengan gratis..
Dan jangan lupa untuk berkomentar, join dan memberikan saran demi kemajuan blog-ku..

Jumat, 24 Mei 2013

Observasi Pembelajaran Matematika di SD N Caturtunggal 3 Depok, Sleman


LAPORAN OBSERVASI SEKOLAH
PENDIDIKAN MATEMATIKA SD II
“Kegiatan Pembelajaran Matematika di SD N Catur Tunggal 3”
Dosen Pengampu:
Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd.


DISUSUN OLEH
RUKAMAH  111134259

KELAS 4F
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2013


DAFRTAR ISI

Halaman Judul          ………………………………………………. i        
Daftar Isi                    ……………………………………………….ii        
Daftar Gambar         ……………………………………………….iii
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                  ………………………………..1
B.     Tujuan Observasi              ………………………………..1
C.     Manfaat Observasi            ………………………………..2
BAB II HASIL OBSERVASI
A.    Profil Sekolah dan Profil Kelas    ………………………..3
B.     Proses Pelaksanaan Pembelajaran……………………......3
C.     Permasalahan-Permasalahan yang
 Muncul dalam Pembelajaran        ……………………….......9
BAB III PEMBAHASAN
A.    Tanggapan mengenai
Kegiatan pembelajaran                  …………………….........10
B.     Hal-hal yang dapat dipelajari
sebagai seorang calon guru           ……………………..........10
C.     Masukan/ ide-ide yang mampu
meningkatkan kualitas pembelajaran        …………….........10
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan           …………………………………...…12
B.     Saran                     ……………………………………...12
LAMPIRAN                          ……………………………....13



DAFTAR GAMBAR

Gambar 1        Bangun persegi
Gambar 2        Siswa mengerjakan tugas
Gambar 3        Siswa membacakan hasil pekerjaannya
Gambar 4        Guru menggunakan media kertas
Gambar 5        Guru menggunakan media buku
Gambar 6        Guru menuliskan sifat bangun datar
Gambar 7        Siswa mencatat
Gambar 8        Guru berkeliling kelas
Gambar 9        Guru mengadakan tes lisan









BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pembelajaran matematika untuk anak SD haruslah yang menyenangkan. Sehingga anak-anak dalam mengikuti pelajaran tidak bosan atau ngantuk. Guru haruslah pintar-pintar dalam menyusun rancangan pembelajaran yang membuat anak aktif dalam proses belajar. Dari model, pendekatan atau media yang digunakannnya dalam mengajar.
Untuk mengatasi agar siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, Guru harus tahu apa itu PMRI. Apakah PMRI itu? PMRI singkatan dari Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Penjelasan PMRI adalah pembelajaran yang berkarakteristik menggunakan konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan konstruksi, interaktif antara guru dengan siswa dan ada keterkaitan. Prinsip dari PMRI sendiri adalah menemukan kembali dengan bimbingan dan matematisasi progresif, fenomena yang bersifat didaktik, dan mengembangkan model sendiri.
Jadi dengan penjelasan dari PMRI di atas, saya melalui observasi di SD N Catur Tunggal 3 kelas 5 akan melihat dan mengamati langsung bagaimana Guru dalam proses pembelajarannya. Apakah sudah menggunakan model pembelajaran  PMRI atau model pembelajaran yang lain.


B.     Tujuan Observasi
Observasi dilakukan bertujuan untuk:
1.      Mengetahui bentuk pembelajaran Matematika di SD tersebut.
2.      Mengetahui media pembelajarannya apakah sesuai dengan materinya.
3.      Mengetahui apakah pembelajarannya menggunakan media-media nyata/konkret.
4.      Mengetahui bagaimana keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
5.      Mengetahui apakah proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PMRI atau tidak.



C.    Manfaat Observasi
Observasi ini dilakukan mempunyai manfaat yaitu saya sebagai calon Guru bisa melihat atau mengetahui langsung bagaimana Guru tersebut melakukan proses pembelajaran Matematika kepada muridnya. Saya bisa melihat media apa yang digunakan oleh Guru untuk menjelaskan materi yang diajarkannya. Kemudian saya bisa menilai apakah pembelajaran yang diajarkan oleh Guru membuat anak bisa aktif atau tidak. Dan saya bisa mengetahui apakah Guru sudah menerapkan model pembelajaran PMRI apa belum.






BAB II HASIL OBSERVASI

A.    Profil Sekolah dan Profil Kelas
-          Profil Sekolah
Nama Sekolah : SD Negeri Catur Tunggal 3
Terakriditasi    : A
Alamat            : Jl. Kaliurang 4.5 Kocoran Catur Tunggal Depok Sleman 553867
Jumlah kelas   : 6 kelas (kelas 1-6)
Ruang             : Ruang Kepala Sekolah, Ruang Guru, Ruang UKS, Ruang Tari, dan Ruang Komputer.
-          Profil Kelas
Kelas                           : 5
Jumlah siswa               : 32 (16 putri, 16 putra)
Nama Wali Kelas        : Ibu Retno
Keadaan kelas             : Tempat duduk dibentuk menghadap ke depan semua, terdapat 2 papan tulis (papan tulis putih dan hitam), di atas papan tulis ada lambang Pancasila, dan foto Presiden dan Wakil Presiden, di muka kelas berdiri bendera sang merah putih, terdapat 2 kipas angin, kelas terlihat rapi, di pojok belakang terdapat rak sebagai tempat penyimpanan buku.

B.     Proses Pelaksanaan Pembelajaran
1.      Pelaksanaan Pembelajaran Matematika di Kelas
Sebelum Guru memulai pelajaran, diawali dengan doa terlebih dahulu. Setelah doa ,Guru menyapa muridnya dan menanyakan siapa yang tidak masuk. Kemudian Guru menanyakan pada murid apakah sudah mengerjakan PR dan Guru pun mengecek PR siswa satu-satu. Setelah mengecek PR, Guru berkomentar hasil ulangan muridnya. Dari hasil ulangan tersebut, Guru menanyai pada muridnya apakah sudah paham mengenai perbandingan sama sifat-sifat bangun datar apa belum. Soalnya dari hasil ulangan tersebut, soal yang mengenai materi itu dari semua siswanya tidak ada yang benar. Dan para siswanya banyak yang mengangkat tangan bukti kalau mereka masih belum paham mengenai materi tersebut.
            Kemudian Guru menjelaskan bahwa materi perbandingan akan dibahas di les nanti siangnya dan untuk materi sifat bangun datar akan dijelaskan di pembelajaran ini. Untuk memulai ke materi sifat bangun datar, Guru melakukan demonstrasi ke muridnya mengenai bangun datar apa saja. Dan murid pun menjawab ada persegi, segitiga, persegi panjang, jajar genjang dan lain sebagainya. Setelah Guru menuliskan nama-nama bangun datar di papan tulis, Guru pun akan menjelaskan sifat-sifat dari bangun tersebut. Dimulai dari bangun persegi, Guru kemudian menggambar bentuk persegi di papan tulis guna sebagai media pembelajarannya.

Gambar 1 bangun persegi
Dari gambar tersebut, kemudian Guru mengidentifikasi sifat-sifatnya. Sesekali Guru menanyakan kepada siswanya sifat-sifat yang lain dari bangun tersebut.
            Setelah Guru memberikan sifat-sifat dari bangun persegi. Guru pun menyuruh siswanya untuk melanjutkan mencari sifat dari bangun persegi panjang. Guru memberikan arahan kepada siswanya, bahwa mereka bisa menggunakan media yang ada di sekitarnya, seperti buku mereka atau  kertas yang tidak terpakai. Guru memberikan waktu 10 menit ke siswa untuk menemukan sifat dari bangun persegi panajng.

Gambar 2 siswa mengerjakan tugas
Dari gambar di atas terlihat siswa mulai mengerjakan tugas yang diberikan Gurunya. Selama pengerjaan, Guru berkeliling untuk memantau para siswanya. Waktu yang diberikan untuk pengerjaaan sudah habis, Guru meminta dari siswanya untuk membacakan hasil pekerjaannya.

Gambar 3 siswa membacakan hasil pekerjaannya
Setelah salah satu siswa membacakan hasil pekerjaannya dan Guru menuliskan hasil pekerjaannya di samping papan tulis. Guru bersama siswa yang lain  mengecek apakah hasil pekerjaannya benar apa tidak, Guru pun mengambil selembar kertas dan buku  guna sebagai media pembelajarannya.

Gambar 4 Guru menggunakan media kertas

Gambar 5 Guru menggunakan media buku
Dengan kertas atau buku tersebut, Guru dan siswa saling berdemonstrasi mengenai sifatnya. Dari sifat sisinya, sudut, simetri lipat, dan simetri putarnya. Kemudian Guru menuliskan sifat-sifat dari persegi panjang di papan tulis.

Gambar 6 Guru menuliskan sifat bangun datar
Siswa kemudian mencatat sifat-sifat bangun tersebut di buku tulisnya.

Gambar 7 siswa mencatat

Gambar 8 Guru berkeliling kelas
Selama siswa mencatat, Guru berkeliling mengecek siswanya untuk memastikan mereka mencatat apa tidak.
Setelah siswa selesai mencatat, Guru menghapus tulisan yang ada di papan tulis. Guru kemudian mengadakan tes lisan kepada muridnya, guna apakah muridnya sudah paham mengenai materi tersebut. Guru akan memberikan soal dan siswa yang bisa disuruh angkat tangan.

Gambar 9 Guru mengadakan tes lisan
Terlihat siswa sangat antusias untuk mengangkat tangannya dalam tes lisan tersebut. Setelah tes lisan berakhir, Guru dan siswa memberikan tepuk tangan kepada siswa yang berhasil menjawab.
            Di akhir pembelajaran, Guru memberikan tugas rumah kepada siswanya yaitu mencari sifat dari bangun segitiga sama kaki, segitiga, sama sisi dan segitiga siku-siku. Kemudian Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam dan mengatakan akan bertemu lagi setelah jam istirahat.         

2.      Keaktifan Siswa
Saat proses pembelajaran  siswa terlihat tenang dalam mengikutinya. Setelah Guru mengajak berdemonstrasi mengenai materi siswa sudah terlihat sedikit aktif. Tapi hanya terlihat satu dua orang saja yang aktif. Mungkin karena Guru dalam menjelaskan materi tidak menggunakan media yang membuat siswa aktif atau antusias untuk belajar. Siswa terlihat aktif hanya saat mengikuti tes lisan saja. Untuk keseluruhannya siswa tidak begitu aktif saat mengikuti proses pembelajaran matematika.

C.     Permasalahan-Permasalahan yang Muncul dalam Pembelajaran
Pada saat proses pembelajaran matematika permasalahan-permasalahan yang muncul adalah dari siswa yang belum paham mengenai materi perbandingan dan sifat-sifat dari bangun datar yang  sudah dijelaskan Guru pada pertemuan sebelumnya. Jadi saat pembelajaran siswa belum begitu aktif saat ditanyai oleh Gurunya mengenai sifat bangun datar.




BAB III PEMBAHASAN

A.    Tanggapan mengenai kegiatan pembelajaran
Tanggapan saya mengenai kegiatan pembelajarannya adalah belum menggunakan model pembelajaran PMRI, karena Guru dalam menjelaskan materi belum begitu maksimal menggunakan media-media konkret yang membuat siswa belum mengerti dan tidak terlihat aktif dalam proses pembelajaran. Meskipun sudah menggunakan contoh media konkret untuk menjelaskan materi tentang sifat bangun datar, tapi siswa masih saja belum terlihat aktif. Seharusnya Guru menyiapkan media konkret yang lain agar siswa dapat menggunakannya satu-satu. Tanggapan saya yang lainnya adalah dalam membuka pelajaran Guru sudah baik, karena sudah diawali dengan doa, menyapa siswa, menanyakan PR dan menjelaskan materi yang akan dibahas. Dan pada saat mengakhiri pembelajaran Guru tidak lupa memberikan tugas rumah kepada siswanya.
Dari keseluruhan kegiatan pembelajaran Matematika di kelas 5 tersebut, Guru belum menggunakan model pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia yang dalam pembelajarannya Guru menggunakan media-media konkret yang membuat siswa aktif dan bisa menemukan sendiri masalahnya.
                                                
B.     Hal-hal yang dapat dipelajari sebagai seorang calon guru
Hal-hal yang dapat dipelajari sebagai seorang calon Guru adalah Guru bisa memanajemen kelas dengan baik, sehingga dalam proses pembelajaran siswa tidak ramai. Pada awal pembelajaran Guru membahas lagi materi yang belum dipahami oleh siswanya, jadi guru tidak membiarkan siswanya yang belum paham. Guru yang aktif berkeliling kelas mengamati siswanya mencatat dan mengerjakan tugas. Dan saat guru mengadakan tes lisan, setelah menjelaskan materi itu hal yang sangat menarik bagi saya.

C.    Masukan / ide-ide yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran
Masukan / ide-ide yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran adalah Guru seharusnya menyiapkan media-media konkret dalam menerangkan materi sifat bangun datar, seperti bentuk persegi, segitiga, parsegi panjang dan lain sebagainya. Kemudian dengan menggunakan media tersebut, dalam proes pembelajaran siswa bekerja dalam kelompok. Sehingga siswa bisa berdiskusi dengan yang lain, saling menemukan sifat  bangun datar dan bisa aktif. Jadi siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan dari gurunya. Kemudian tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan Guru bisa mengoreksi hasil pekerjaan siswa. Masukan lainnya adalah sebelum mengakhiri pembelajaran Guru memberikan kesimpulan dari proses belajar yang didapat.



BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN



A.    Kesimpulan
Proses pembelajaran matematika di SD N Catur Tunggal 3 kelas 5 guru dalam mengajar belum menerapkan model pembelajaran PMRI yaitu Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia yang dalam proses pembelajarannya menggunakan media/contoh nyata atau konkret, model-model pembelajaran yang membuat siswa aktif, produksi dan konstruksi dan  interaktif antara siswa dengan guru.


B.     Saran
Guru harus tahu, mengenal, mengerti dan memahami apa itu PMRI. Sehingga dalam proses pembelajaran matematika Guru bisa menerapakan hal tesebut. Jadi siswa tidak hanya diam mendengarkan gurunya menjelaskan materi yang membuat siswa bosan atau ngantuk.






























 











 











 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar